PROFIL SMP TAHFIZH MAHIR BIL QURAN

Bismillahirrahmanirrahim.

 

Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam bersabda:

خيركم من تعلم القرآن و علمه

“Sebaik-baik diantara kalian adalah orang yang belajar al-Quran dan mengajarkannya”(HR. Bukhari)

 

الماهر بالقرآن مع السفرة الكرام البررة والذي يقرأ القرآن ويتعتع فيه وهو عليه شاق له أجران

 

“Orang yang mahir membaca Al-Quran maka ia akan bersama malaikat yang mulia lagi berbakti, adapun orang yang membaca Al-Quran dengan terbata-bata lagi susah payah ia mendapatkan dua pahala” (HR. Bukhari dan Muslim)

Berdasarkan hadits tersebut maka diperlukan lembaga pembelajaran berbasis tahfizh yang mampu menjadikan anak-anak sebagai manusia yang terbaik dengan sebab mengamalkan hadits tersebut. Sedikitnya lembaga tahfizh al-Quran khususnya di Jakarta dan sekitarnya maka diperlukan adanya sekolah berbasis al-Quran yang senantiasa memberikan dan membantu anak-anak dalam menghafal al-Quran secara kamil (sempurna) khususnya anak-anak tingkat SMP. Oleh sebab itu, maka dibentuklah SMP Tahfizh Mahir Bil-Quran sebagai wadah para orang tua yang menginginkan anak-anaknya sebagai salah-satu penerus para pecinta al-Quran dengan menghafalnya.

Agar SMP Tahfizh Mahir Bil-Quran berjalan sesuai dengan fokus utama yaitu menghafal al-Quran secara kamil, maka dibutuhkan panduan dalam penyelenggaraannya yang disebut dengan kurikulum.

Kurikulum dikembangkan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum SMP Tahfizh Mahir Bil-Quran disusun oleh tim satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki guna tercapainya program tahfizh tersebut.

Pengembangan Kurikulum SMP Tahfizh Mahir Bil-Quran mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.